GoresFakta.com, Jakarta — Upaya menanamkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan identitas lokal sejak usia dini terus dilakukan berbagai komunitas di Kota Bekasi. Salah satunya melalui kegiatan Bekasi Walking Tour Kids Edition, yang digelar pada Sabtu (04/07/2026) melalui kolaborasi daribekasi.id, Putra Putri Bhagasasi, dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bekasi.
Kegiatan edukatif tersebut mengajak puluhan anak usia 5 hingga 13 tahun bersama orang tua mereka untuk menjelajahi sejumlah situs bersejarah di Kota Bekasi. Tidak sekadar melakukan wisata berjalan kaki, para peserta diajak mengenal sejarah lokal, keberagaman budaya, serta nilai toleransi melalui metode storytelling yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami anak-anak.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengenalan sejarah berbasis pengalaman langsung (experiential learning), yang dinilai efektif dalam membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat tinggal sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, peserta memulai perjalanan dari Gedung Papak, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Bekasi. Selanjutnya rombongan berjalan menuju Klenteng Hok Lay Kiong, yang dikenal sebagai salah satu rumah ibadah tertua di Kota Bekasi, sebelum menutup perjalanan di Monumen Resolusi Perjuangan Rakyat Bekasi.
Di setiap titik kunjungan, peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam setiap situs tersebut.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh para finalis dan alumni Putra Putri Bhagasasi, yang selama ini aktif sebagai duta budaya dan promotor potensi daerah Kota Bekasi, mulai dari pelestarian budaya lokal, promosi batik khas Bekasi, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Dengan pendekatan komunikasi yang ramah anak, para pemandu mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mengunjungi beberapa bangunan bersejarah yang selama ini hanya mereka lihat dari kejauhan.
Salah satu lokasi yang paling menarik perhatian peserta adalah Klenteng Hok Lay Kiong. Di lokasi tersebut, anak-anak tidak hanya mempelajari sejarah berdirinya klenteng, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga nilai toleransi, keberagaman, dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Para orang tua yang mendampingi juga menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu menjadi sarana edukasi alternatif di luar lingkungan sekolah.
Inisiator Bekasi Walking Tour Kids Edition, Ko Aspi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas dibandingkan sekadar wisata sejarah.
Menurutnya, pengenalan sejarah dan budaya lokal kepada anak-anak merupakan investasi sosial untuk membangun karakter generasi muda yang memiliki rasa bangga terhadap daerahnya sendiri.
“Walking tour ini bukan sekadar mengajak anak-anak berjalan mengelilingi kota. Kami ingin memperkenalkan potensi sejarah, budaya, dan keberagaman masyarakat Kota Bekasi sejak usia dini. Melalui storytelling yang sederhana, kami berharap Generasi Alpha dapat tumbuh dengan rasa bangga, rasa memiliki, dan kepedulian terhadap kotanya sendiri,” ujar Ko Aspi.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai tema perjalanan sejarah, budaya, dan potensi lokal lainnya.
Selain memberikan pengalaman edukatif, Bekasi Walking Tour Kids Edition juga menjadi wadah interaksi sosial antar keluarga dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun jejaring komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Kolaborasi antara komunitas, pegiat sejarah, pelaku ekonomi kreatif, dan generasi muda dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Ke depan, penyelenggara berharap Bekasi Walking Tour dapat berkembang menjadi agenda edukasi publik yang berkelanjutan, dengan melibatkan lebih banyak komunitas, institusi pendidikan, pegiat budaya, serta pemerintah daerah.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sejarah Kota Bekasi sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Bekasi hingga saat ini.
Dengan semakin banyaknya ruang belajar berbasis pengalaman seperti ini, semangat menjaga sejarah, budaya, dan identitas Kota Bekasi diharapkan dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Red)


