• Jelajahi

    Copyright © Gores Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates
    html

    PKKMB FH Universitas Pakuan Hadirkan “SUARASA: Law in Art”, Padukan Nalar Hukum dan Ekspresi Seni

    GoresFakta
    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T10:46:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Gores
    Fakta.com
    , Bogor 
    — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum Universitas Pakuan (FH UNPAK) Tahun 2026 memasuki hari kedua pada Jumat (18/9/2026). Mengusung konsep “SUARASA: Suara, Nalar, dan Rasa” melalui tema “Law in Art”, kegiatan ini memadukan pengenalan dunia hukum dengan kreativitas serta ekspresi seni mahasiswa.


    Dengan slogan “Berpikir dengan Nalar, Bergerak dengan Rasa,” rangkaian PKKMB FH UNPAK tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, keberanian menyampaikan gagasan, solidaritas, serta kreativitas mahasiswa baru.


    Hari kedua PKKMB FH UNPAK menghadirkan pendekatan yang menghubungkan dunia hukum dengan seni. Melalui konsep “Law in Art”, mahasiswa baru diajak memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa hukum tidak hanya berkaitan dengan teori, peraturan perundang-undangan, dan penyusunan argumentasi.


    Lebih dari itu, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, keberanian berekspresi, kreativitas, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial.


    Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Simulasi Sidang Mahasiswa Fakultas Hukum. Kegiatan ini memberikan pengalaman kontekstual kepada mahasiswa baru mengenai proses persidangan dan dinamika praktik hukum.


    Melalui simulasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran awal mengenai penerapan pengetahuan hukum dalam proses persidangan, sekaligus memahami pentingnya argumentasi, ketelitian, dan komunikasi dalam lingkungan hukum.


    Setelah agenda simulasi sidang, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan kreatif, mulai dari penampilan kelompok PK, penampilan panitia, hingga pertunjukan band.


    Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa baru untuk membangun kebersamaan dan rasa memiliki terhadap lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pakuan.


    Konsep SUARASA menjadi salah satu pesan utama dalam pelaksanaan PKKMB FH UNPAK 2026. Tiga unsur tersebut merepresentasikan nilai yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.


    Unsur Suara merepresentasikan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, gagasan, dan aspirasi.


    Dalam lingkungan akademik hukum, kemampuan mengemukakan argumentasi secara terbuka, logis, dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dari pembentukan pola pikir kritis.


    Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami persoalan, tetapi juga mampu menyampaikan pandangan dengan dasar pemikiran yang jelas dan terukur.


    Sementara itu, Nalar menjadi fondasi bagi mahasiswa hukum dalam memahami persoalan secara kritis, logis, dan objektif.


    Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengetahui aturan hukum, tetapi juga memahami konteks, menganalisis persoalan dari berbagai sudut pandang, serta melihat hubungan antara hukum dan realitas kehidupan masyarakat.


    Kemampuan bernalar menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang mampu menyusun pemikiran dan argumentasi secara sistematis.


    Adapun Rasa menjadi pengingat bahwa hukum pada akhirnya berkaitan erat dengan manusia dan kehidupan sosial.


    Pengetahuan hukum perlu berjalan bersama empati, kepekaan, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.


    Melalui perpaduan Suara, Nalar, dan Rasa, konsep “Law in Art” menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus mengekspresikan kreativitas.


    Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Dr. Eka Ardianto Iskandar, S.H., M.H., turut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB FH UNPAK Tahun 2026.


    Pada hari pertama, Dekan FH UNPAK membawakan materi bertajuk “Lead The Change: Teguh dalam Prinsip, Adaptif dalam Perubahan, Berdampak dalam Kepemimpinan.”


    Materi tersebut menjadi bagian dari pengenalan nilai kepemimpinan dan pembentukan karakter mahasiswa baru, khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan serta perkembangan zaman.


    Rangkaian PKKMB FH UNPAK 2026 dipimpin oleh Ketua Pelaksana Sobar Sukmana, S.H., M.H., dengan Dr. Mustika Mega Wijaya, S.H., M.H., sebagai Koordinator Acara.


    Kolaborasi antara materi akademik, simulasi praktik hukum, serta kegiatan seni dan kreativitas menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kehidupan kampus secara lebih menyeluruh kepada mahasiswa baru.


    Melalui konsep SUARASA: Law in Art, PKKMB Fakultas Hukum Universitas Pakuan 2026 menghadirkan pendekatan pengenalan kampus yang memadukan aspek akademik, praktik hukum, interaksi sosial, dan kreativitas.


    Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan ruang kelas dan lingkungan akademik, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi, menyampaikan gagasan, memahami praktik persidangan, serta mengekspresikan diri melalui seni.


    Konsep Suara, Nalar, dan Rasa menjadi pesan yang ditanamkan sejak awal perjalanan mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Pakuan.


    Menjadi mahasiswa hukum bukan semata-mata tentang memahami aturan dan menguasai argumentasi. Lebih dari itu, mahasiswa juga perlu memiliki keberanian dalam membaca persoalan, kemampuan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, serta kepekaan terhadap manusia dan lingkungan sosial.


    Dari ruang kelas hingga ruang kreativitas, dari argumentasi hingga ekspresi seni, PKKMB FH UNPAK 2026 menjadi bagian awal perjalanan mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai insan akademik yang mampu berpikir dengan nalar dan bergerak dengan rasa.



    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +