Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara yang berlangsung meriah itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, termasuk Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, hingga sejumlah wilayah lainnya di Jawa Barat. Ratusan pengunjung, orang tua peserta, pelaku seni, serta pelaku UMKM turut memadati lokasi kegiatan yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bekasi tersebut.
Penyelenggaraan Lomba Tari Kreasi Nusantara menjadi bukti bahwa seni budaya tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda. Melalui perpaduan unsur tradisional dan kreasi modern, para peserta menampilkan beragam pertunjukan yang memukau dewan juri maupun masyarakat yang hadir.
Pembina EO Sukses Bersama, Yanti Darsono, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian para pelaku UMKM dan pegiat seni budaya terhadap pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, budaya Nusantara harus terus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas nasional yang tidak boleh hilang.
“EO Sukses Bersama dibentuk oleh rekan-rekan pelaku UMKM yang memiliki visi untuk menyinergikan kegiatan seni budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin budaya dan UMKM tumbuh bersama serta saling menguatkan,” ujar Yanti kepada awak media.
Ia menilai, perkembangan budaya populer di kalangan anak muda bukanlah ancaman selama generasi muda tetap diberikan ruang untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa.
“Kami ingin anak-anak tetap bangga terhadap budaya Indonesia. Mereka boleh menyukai berbagai budaya modern, tetapi budaya Nusantara harus tetap menjadi bagian dari identitas dan karakter mereka,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari tingginya jumlah peserta yang mengikuti perlombaan.
Yanti menjelaskan bahwa penyelenggara mencatat lebih dari 60 peserta kategori solo serta sekitar 20 kelompok peserta kategori grup yang tampil membawakan berbagai kreasi tari daerah dari seluruh Nusantara.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa minat generasi muda terhadap seni budaya tradisional masih sangat tinggi apabila diberikan ruang yang tepat untuk berekspresi,” ungkapnya.
Berbagai tarian yang ditampilkan memadukan unsur tradisional, kreativitas, serta inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi akar dari setiap pertunjukan.
Selain menghadirkan kompetisi seni, EO Sukses Bersama juga melibatkan sejumlah pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut.
Meski jumlah tenant UMKM yang dapat berpartisipasi di Blu Plaza Bekasi terbatas karena menyesuaikan ketentuan manajemen pusat perbelanjaan, penyelenggara memastikan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap menjadi salah satu tujuan utama kegiatan.
“Di Blu Plaza kami menghadirkan sekitar lima tenant UMKM. Pada kegiatan sebelumnya di Gedung Juang, kami dapat melibatkan sekitar 25 pelaku UMKM. Kami percaya bahwa pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan,” jelas Yanti.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian budaya karena keduanya sama-sama bertumpu pada kreativitas, inovasi, dan identitas lokal.
Yanti mengungkapkan bahwa Lomba Tari Kreasi Nusantara merupakan agenda kedua yang diselenggarakan EO Sukses Bersama sejak organisasi tersebut berdiri.
Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya sebagai ruang ekspresi sekaligus pembinaan bagi generasi muda.
“Kami berencana menghadirkan lomba hadroh, karaoke lagu daerah, fashion show batik Bekasi, hingga berbagai festival budaya lainnya. Kami juga telah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi terkait pengembangan kegiatan budaya yang lebih luas,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya yang dilakukan komunitas dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Restu Widiyanto menegaskan bahwa penyelenggaraan Lomba Tari Kreasi Nusantara memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar kompetisi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kolektif untuk menjaga eksistensi budaya Indonesia di tengah tantangan globalisasi.
“Ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah panggilan jiwa bagi seluruh pegiat budaya untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Indonesia agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Restu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bank BJB, Blu Plaza Bekasi, sponsor, pelaku UMKM, media partner, hingga para orang tua peserta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Dukungan ini membuktikan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kegiatan Lomba Tari Kreasi Nusantara yang digelar EO Sukses Bersama menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya berfungsi menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pelaku seni, komunitas, pelaku UMKM, dunia usaha, dan pemerintah daerah, diharapkan lahir berbagai ruang kreatif yang dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, EO Sukses Bersama optimistis kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu mengangkat potensi seni budaya serta ekonomi kreatif Kota Bekasi di tingkat yang lebih luas.
(Red)


